narcistbandit

I'm from no generation, I'm part of no group, I'm totally floating and this is the whole story, and why I can survive

Pacar ke Bali (day 5)

March9

Ini hari yang istimewa karena hari inilah rombongan teman-teman pacar saya berada dalam formasi lengkap. Semua tiba di Bali kemarin dan siap untuk berworkshop bersama.

Mulanya hari ini sama seperti hari yang sudah-sudah. Hanya bedanya saya tidak lagi menunggu sendirian. Teman pacar saya yang kebetulan jadwal workshopnya tidak bersamaan menemani saya (atau saya temani?) jalan-jalan mencari oleh-oleh. Seru juga dengan peluh bercucuran berburu buah tangan.

Kejadian lebih seru berlangsung pada malam harinya ketika kami beramai-ramai (9 orang) makan malam di sebuah restoran Maroko di bilangan Oberoi. Restoran ini dipilih karena menyajikan tarian perut setiap hari Jumat dan Sabtu malam.

Awalnya semua tampak biasa, makan, ngobrol, serta haha hihi. Tapi semua berubah ketika lagu dan penari perut mulai muncul. Kontan seluruh rombongan (kecuali saya tentunya) ikut bertepuk dan bergoyang ikut irama. Tidak hanya itu, penarinya, yang rupanya juga ikut workshop, tidak tanggung-tanggung mengajak satu per satu anggota rombongan teman pacar saya ini untuk ikut menari. Dan tentu saja…kesempatan unjuk kebolehan ini tidak mereka sia-siakan.

Rupanya kehebohan malam ini tidak sia-sia. Dari dapur muncul dua piring besar berisi aneka makanan penutup yang dipersembahkan oleh pemilik restoran secara gratis sebagai apreasiasi atas kehebohan yang tidak lazim ini.

Senangnya semua orang pulang dengan memori yang indah…

posted under Journal & Life
One Comment to

“Pacar ke Bali (day 5)”

  1. Avatar March 15th, 2010 at 2:55 pm indie Says:

    sweet banget sie perjalanan kalian..jadi kangen Bali deh=(


Email will not be published

Website example

Your Comment: