Seberapa efektif?
Pagi ini saya membaca tulisan seorang teman tentang ponselnya dan kemudian menatap nanar ponsel saya sambil bertanya dalam hati: “sudah seberapa efektifkah aku memanfaatkanmu?”
Ada begitu banyak fitur dalam ponsel (atau yang disebut banyak orang sebagai ’smart phone’) saya: memo pad, calendar, camera, media (untuk memainkan file-file musik, foto, maupun video), video camera, voice dialing, tasks, calculator, voice notes recorder, maps (GPS), push to talk, namun berapa banyak yang saya pergunakan sehari-hari?
Harusnya dengan berbagai fitur itu, saya menjadi orang yang lebih efektif dan efisien. Tidak pernah lupa akan janji karena selalu ada pengingatnya. Tidak pernah ketinggalan daftar belanjaan karena selalu saya bawa ke mana-mana. Tidak pernah kelewatan momen-momen indah karena saya selalu bisa mengabadikannya dengan kamera maupun video. Namun mengapa pada prakteknya tidak demikian?
Mungkin saya memang belum efektif menggunakan fitur-fitur yang ada. Hanya jago beli (karena waktu beli selalu sibuk mencari ponsel dengan fitur terlengkap) tapi gagap dalam penggunaannya. Butuhnya cuma sms dan telpon, tapi belinya yang berfasilitas segudang dengan harga selangit.
Ada baiknya, daripada saya sesali (karena toh ponsel canggih ini sudah terbeli), mulai sekarang saya lebih banyak menggunakan fitur-fitur dalam ponsel saya. Semoga mulai hari ini ponsel saya tidak lagi menjadi pengangguran terselubung. Punya kemampuan besar tapi hanya seiprit yang termanfaatkan.

