narcistbandit

I'm from no generation, I'm part of no group, I'm totally floating and this is the whole story, and why I can survive

Memasukkan tanaman

December10

Tanaman

Belakangan banyak teman (termasuk saya) mengeluh tentang suhu udara yang semakin panas. Nggak di Jakarta, nggak di Bali, nggak di mana-mana, semua mengeluh kepanasan. Dan terutama bagi kami yang tinggal di Bali, kami sungguh heran mengapa musim hujan belum juga datang. Kemarau begitu panjang tahun ini.

Untuk mengatasi panas yang menggila, seorang teman dengan bangga membeli AC, sebuah mesin pendingin ruangan yang menurut saya bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi suhu udara seperti ini. Logikanya adalah: bumi semakin panas = orang makin banyak membeli dan menggunakan AC = bumi semakin panas. Jangan lupa, bahwa AC adalah sebuah mesin yang ikut bertanggungjawab atas rusaknya lapisan ozon.

Saya jadi teringat ketika kecil dulu. Ibu selalu bilang bahwa kalau rumah tidak mau panas, rawat tanaman yang ada di halaman supaya bisa dimasukkan kedalam pot dan saat siang hari bisa dimasukkan ke dalam rumah. Karena O2 yang dilepaskan tanaman dari proses fotosintesis dapat secara alami menyejukkan ruangan. Ini sama dengan anjuran guru IPA saat SD dulu untuk duduk di bawah pohon rindang ketika hari sangat panas. Guru saya itu bilang bahwa kami akan bisa merasakan kesegaran dari O2 hasil fotosintesis sang pohon.

Menanam pohon memang bukan solusi instan seperti membeli dan menyalakan AC. Butuh waktu dan tenaga untuk akhirnya bisa menikmati suhu udara yang sejuk bila kita memilih solusi ini. Namun, menurut saya, solusi inilah yang terbaik bagi lingkungan. Karena dengan semakin banyak pohon maka zat CO2 dapat diserap dan akhirnya secara global mampu menurunkan suhu bumi.

Mulailah dari yang kecil, mulailah dari diri sendiri. Marilah berdampak bagi lingkungan.
Tikkun olam.

Menggilai Yoghurt

December9

Yoghurt

Beberapa hari belakangan saya tergila-gila makan/minum yoghurt! Bukan frozen yoghurt seperti yang sedang tren sekarang, tapi yoghurt organik segar yang tanpa sengaja saya temui produsennya di Bali.

Istilah yoghurt sendiri berasa dari bahasa Turki yang berarti susu asam. Proses fermentasi yoghurt yang menggunakan bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactibacillus bulgaricus yang mengurai gula susu (laktosa) menjadi asam laktatlah yang bertanggungjawab atas rasa asam itu. Proses fermentasi ini juga yang membuat kadar laktosa yoghurt lebih rendah daripada susu hingga aman dikonsumsi oleh mereka yang sensitif terhadap laktosa dan alergi terhadap susu.

Memang bukan hal baru bahwa saya suka yoghurt. Beberapa tahun lalu, semasa kuliah, saya pernah melakukan perjalanan Jakarta-Bandung pulang pergi dalam satu hari hanya untuk makan/minum yoghurt Cisangkuy yang tenar itu. Padahal waktu itu belum ada jalan tol Jakarta-Bandung. Jadi perjalanan Jakarta-Bandung memakan waktu sekitar 3,5 jam.

Kemarin malam saat berdiskusi dengan pacar tentang betapa banyaknya saya mengonsumsi yoghurt akhir-akhir ini, barulah terpikir untuk mencari dosis harian yang tepat agar tidak berlebihan dan justru menimbulkan gangguan kesehatan. Sayangnya, hingga pagi ini saya belum menemukan dosis itu. Yang saya temukan justru daftar panjang manfaat mengonsumsi yoghurt yang sayang rasanya kalau tidak saya bagi disini.

Dan inilah sebagian manfaat mengonsumsi yoghurt secara rutin yang saya dapat dari sini:

- Yoghurt dapat menghasilkan zat-zat bergizi yang berguna untuk hati sehingga dapat mencegah kanker.

- Mikroba dalam yoghurt dapat membantu proses pencernaan sehingga baik bagi mereka yang punya masalah dengan pencernaan.

- Yoghurt memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi daripada susu dengan kadar lemak yang lebih rendah. Hal ini baik bagi mereka yang sedang melakukan diet rendah kalori.

- Yoghurt dapat membantu penyembuhan lambung dan usus yang luka.

- Yoghurt dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Membaca semua manfaat itu, rasanya saya akan membuat jadwal minum yoghurt secara teratur!

Chanukkah

December5

Tidak terasa Chanukkah tinggal satu minggu lagi. Artinya bonus tahunan saya akan segera masuk rekening dan saya bisa menabungnya untuk kebutuhan masa depan. Ah, tapi bukan itu yang hendak saya bagikan dalam tulisan ini. Selalu saja setiap tahun saya hendak berbagi tentang esensi Chanukkah itu sendiri. Memang sebenarnya Chanukkah bukanlah sebuah perayaan terpenting dalam agama Yahudi, namun pada kenyataannya Chanukkah adalah perayaan agama Yahudi yang paling dikenal oleh orang-orang diluar agama Yahudi. Mungkin karena letaknya yang selalu berdekatan dengan perayaan besar agama lain di bulan Desember.

Lalu, apa yang kami rayakan dalam Chanukkah? Apa saja yang dilakukan dalam perayaan itu? Di bawah ini adalah adalah tulisan yang pernah saya publish beberapa tahun lalu. Tampaknya masih up to date dan berguna bagi siapapun yang ingin secara sekilas tahu tentang apa itu Chanukkah.

Jadi, selamat menambah pengetahuan dan…

Mazel Tov!!!

Light on the Darkest Night

In Jewish calendar, Chanukkah’s eight-day celebration begins the evening of the 25th of Kislev (which falls sometime during December). The months of the Jewish calendar are based on the cycles of the moon, so the 25th is always four days before the new moon, the darkest night of the month.

More importantly, because Kislev is always close to the winter soltice, Chanukkah takes you into, through, and out of the darkest night of the year. (The soltice is technically the longest night of the year, but it may fall on the full moon, which would make it far from dark.) On the darkest night of the year, wouldn’t you want to light a few candles?

But please remember: Please do everyone a favor and don’t call Chanukkah ‘the Jewish Christmas.” Jews have nothing againts Christmas, but Chanukkah is completely different.

The Good Fight: What Chanukkah Celebrates

Chanukkah celebrates two things: a miracle in which one day’s worth of oil burned for eight days, and the victory of Jewish freedom fighters over the Syrian-Greek forces that tried to wipe out Judaism in the second century B.C.E. In this way, Chanukkah marks the very first battle fought neither for territory, nor for conquest of another people, but in order to achieve religious freedom.

The consequence of that ancient military victory was the right of Jews to worship as community. Because of the many times that this right has been threatened over the centuries since the Maccabees, their victory and the rededication to Jewish worship that followed have become paradigms for Jewish renewal across time. In fact, the word Chanukkah means “dedication’.

In larger sense, then, Chanukkah celebrates a reaffirmation of freedom and a recommitment to spiritual quest.

The Ritual

There’s only one essential ritual to perform at Chanukkah: the lighting of the candles, which are held in chanukkiah. But families have developed many other traditions that are also meaningful like making yummy fried food called Latkes, spinning the dreidel (a four-sided spinning top with Hebrew letters nun, gimel, hay, and shin printed on each side), and also share gifts.

dan iapun menarilah

December2

Yuska
Foto oleh:
Troy Norman

Sore itu Jakarta diguyur hujan. Tidak besar memang, tapi cukup membuat udara menjadi sejuk. Apalagi ditambah rona kelap-kelip lampu mobil yang mulai dinyalakan dan orang-orang yang berlarian kecil menghindari titik-titik air yang turun dari langit, semua bak simponi yang berkolaborasi dan bermain indah untuk membentuk suasana khusus malam itu. Ya, malam itu, 21 November 2009 adalah malam diadakannya acara “The Dance Within – The first annual recital of DanceWave Center Jakarta.”

Begitu sampai di lantai satu gedung auditorium RRI, kami disambut oleh petugas tiket yang sibuk memberikan stampel pada setiap penonton yang telah menukarkan kwitansi dengan tanda masuk. Beruntung sejak sore tadi saya telah memilih tempat duduk sehingga tidak perlu antri lagi untuk itu. Acara diadakan di lantai 2. Disana penonton yang sudah menunggu didudukkan pada kursi-kursi menurut nomor yang telah mereka pilih.

Terlambat 30 menit, acarapun dimulai. Lampu dipadamkan dan sebuah slide yang menggambarkan jalan cerita acara inipun diputarlah. Suasana gelap mencekam ini kemudian mulai didobrak oleh pertunjukan tari diatas panggung.  Dimulai dengan tarian hiphop disusul dengan belly dance dan kemudian berganti-ganti mata ini disuguhi gerakan-gerakan artistik yang membentuk rangkaian makna atas sebuah cerita.

Yang menjadi highlight malam itu (saya katakan highlight karena memang sejak awal pemunculannya penonton sudah bertepuktangan riuh) adalah penampilan pacar saya . Ia dengan gerakan belly dancenya begitu memukau penonton. Apalagi ketika partner menarinya, Lilith, yang adalah sebuah pedang, bersatu membentuk gerakan-gerakan yang membuat saya dan (saya yakin) penonton lain menahan nafas karena takut terjadi apa-apa. Dan ketika pertunjukan solonya selesai, seorang teman disebelah saya berkata: “Pasti elo bangga ya!”
Ya! Saya bangga!

Pertunjukanpun berakhir sekitar 30 menit kemudian. Penonton tampak puas dan bertepuk riuh ketika seluruh penari berjajar diatas panggung. Wajah berseri-seri tampak jelas pada para penari. Ya, mereka telah bersusah payah mempersiapkan acara ini. Walaupun terdapat sedikit gangguan pada tata lampu dan suara, tapi secara umum acara mereka bisa dikatakan sukses.

Sayapun berlari kebelakang panggung setelah acara selesai. Tiga buah ciuman mendarat hangat di bibir pacar. Ciuman bangga dan selamat atas acara malam itu.