June17

Tulisan saya terakhir tentang simplenya ide saya mengenai pacaran mendapat tanggapan beragam. Ada yang setuju dan bilang itu manis, ada yang bilang itu terlalu simple, dan ada juga yang nelpon saya trus ngobrol kesana-kemari plus curhat colongan.
Salah satu hal yang kami obrolin dalam telpon itu adalah mengenai harapan. Dimana dalam sebuah hubungan (yang melibatkan lebih dari satu orang) seringkali terdapat perbedaan harapan antara satu orang dengan orang yang lain. Dan seperti layaknya dua sisi mata uang, maka harapan berdampingan dengan kekecewaan. Ketika ada jarak antara harapan dengan kenyataan, maka disitu muncul kekecewaan.
“Different people comes with different expectation”, itu kata teman saya. Masalahnya, seringkali manajemen ekspektasi ini yang sulit dilakukan. Bahwa ketika cinta begitu kuat meliputi hati, membuat kaki kebas dari bumi yang dipijak, maka ekspektasi melesat cepat tak terbendung. Terus terbang dan beranak-pinak. Dan kemudian ketika cinta itu mulai dijalani, kaki mulai menyentuh bumi, kerikil mulai terasa lagi, maka ekspektasi yang tinggi itu mulai turun satu per satu kalau tidak ambruk sekalian. “Jatuh cinta memang asyik, but don’t make too much expectation ya…?” kata teman saya lagi. Intonasinya tidak jelas. Apakah dia membuat pernyataan atau pertanyaan, atau justru keduanya?
Tiba giliran saya bertanya pada teman saya itu: “Kenapa nggak boleh ‘too much expectation’? Emang salah ya kalau kita jatuh cinta sama seseorang trus kita berharap bahwa orang itu jatuh cinta juga pada kita? Atau when we give him our heart, our soul, our time, is it wrong to expect his hand holding our heart?”
“Ya, bukannya nggak boleh punya expectation koq, but keep it in moderate level lah…” Jawab teman saya sambil ber Singlish ria.
Nggak tau harus setuju atau nggak. Tapi yang jelas menahan harapan buat saya hanyalah teori yang gampang diomongin tapi susah dijalanin.
Obrolan ditutup dengan kata-kata menohok khas obrolan menjelang subuh:”You need to feel wanted. You need to feel special. But then you forget…He may not yet think you are as special as you think of him already. Or he may not yet love you as much as you love him already.”