Gara-gara beberapa hari ini setiap pagi ngliatin foto-foto tentang Jepang, jadi deh pagi ini kepala saya agak menggila dengan memutar berulang-ulang irama lagu Sukiyaki. Cuma iramanya, karena nggak tau liriknya. Jadilah muncul ini:
Itulah Sakamoto Kyu, penyanyi asli lagu “Ue o Muite Aruko” (I look up when I walk) atau yang di dunia lebih dikenal sebagai lagu berjudul “Sukiyaki”. Musik lagu versi aslinya digarap oleh Hachidai Nakamura dan liriknya oleh Rokusuke Ei. Lagu ini pertama kali dirilis di Jepang pada tahun 1961.
Sayangnya, Sakamoto Kyu meninggal secara tragis dalam kecelakaan pesawat JAL 123, sebuah Boeing 747 yang jatuh saat menempuh rute dari bandara Haneda di Tokyo ke Osaka pada 12 Agustus 1985. Kecelakaan pesawat ini masih menjadi kecelakaan pesawat paling mematikan hingga saat ini. (Dan anehnya, saya menonton uraian tentang jatuhnya pesawat ini dalam tayangan Aircrash Investigations di National Geographic Channel beberapa minggu lalu).
Note:
Lagu ini saking terkenalnya sampai dibikin bermacam versi dalam berbagai bahasa di dunia.
Inilah potret salah satu sudut kota Denpasar. Namanya jalan Sulawesi. Sebuah jalan yang bisa dibilang pasar Tanah Abangnya Denpasar karena disini sepanjang jalan penuh dengan penjual aneka rupa kain. Jalan Sulawesi juga adalah jalan yang bersentuhan langsung dengan pasar Badung. Sebuah pasar induk yang menjual aneka bahan makanan segar dan tidak ketinggalan, aneka kerajinan tangan.
Ya…ya…maafkan…maafkan…tampaknya program ‘a photo a day keeps the doctor away’ agak-agak kurang berjalan dengan lancar. Beberapa hari ini saya agak (sok) sibuk dan berantakan, jadi deh nggak sempet ngambil foto sedikitpun. Tapi saya berusaha. Percayalah!
So, ini ada beberapa foto untuk membayar postingan foto saya beberapa hari belakangan. Foto ini saya ambil di sebuah restoran favorit di Ubud. Makanannya enak, harganya pas di kantong, tapi ada sedikit kejanggalan di restoran itu. Selamat menikmati!
Dissert anyone…! Boleh pilih, mau Banana Splite atau yang menjadi Mina Recoment.
Untuk makannya, boleh pilih juga. Ada menu khusus untuk penggemar makanan lokal di Indonesion Salection. Silakan pilih…
Atau yang lebih suka makanan a la Barat, ada kipas angin goreng (fan fried), bersama dada ayam.
Jarang-jarang ada buku murah di Periplus. Tapi tiba-tiba aja malam itu saya dapat buku diskonan ini. Harganya cuma 40 ribu rupiah. Untuk sebuah buku hardcover, ya lumayan lah.