November28

“I don’t know who you are. I don’t know what you want. If you are looking for ransom, I can tell you I don’t have money. But what I do have are a very particular set of skills; skills I have acquired over a very long career. Skills that make me a nightmare for people like you. If you let my daughter go now, that’ll be the end of it. I will not look for you, I will not pursue you. But if you don’t, I will look for you, I will find you, and I will kill you.”
Sumpah, pertama kali nonton trailler film ini, saya merinding denger Liam Neeson ngucapin deretan kata-kata diatas setelah tau bahwa anaknya diculik oleh sekelompok orang ketika sedang berlibur di Prancis. Sayangnya, karena waktu itu filmnya masih ‘comming soon’ dan saya nggak bisa lama-lama di Jakarta, akhirnya filmnya lewat gitu aja. Bikin penasaran!! Untungnya, hari Selasa kemarin, abis karaokean (teteup), dapet DVDnya dengan kualitas bagus banget di toko DVD langganan. Sip! Langsung beli, trus ditonton!
Hasilnya: lumayan. Nggak seseru yang saya kira sih, tapi ya…lumayan lah. Berantem-berantemannya seru, keliatan kayak beneran dan sakit gitu. (Hehehe. Apa coba??) Cuma mungkin jalan ceritanya aja yang terlihat terlalu simple.
Tapi ya, setidaknya film ini membuka pikiran saya tentang prostitusi dan kejahatan di Paris. Lebih hati-hati aja kalau kesana (halah…emang kapan mau kesana?? Lagian siapa juga yang mau nyulik saya?? hehehe).
Sebelumnya saya nggak nyangka kalau ada hal-hal seperti itu di Prancis (kejahatannya ya, bukan prostitusinya), tapi setelah nonton film ini, mmm…rupanya serem juga.
Secara keseluruhan, film ini saya nilai sebagai film yang LAYAK PINJAM.
November27
Okioki: Hi, lagi ngapain loe?
Saya: Lagi kerja. Loe lagi ngapain?
Okioki: Kerja juga. Tapi agak santai sih. Abis ngejar deadline.
Saya: Sama dong. Lha ini sebentar lagi mau karaokean.
Okioki: Hah?? Jam segini karaokean??
Saya: Iya, abis kerjaan udah selesai. Mendingan jalan-jalan kan?!
Okioki: Sinting ya! Enak banget jam segini karaoean??!!!
Yups, begitulah enaknya kerja di rumah. Kalau kerjaan udah selesai, bisa jalan-jalan nggak karuan. Ketemuan sama teman, manfaatin happy hours. Bayangin berapa banyak uang yang bisa dihemat?
PS: Obrolan lewat YM diatas terjadi sekitar jam 11an siang.
November25

Belakangan, kerja di rumah tuh jadi trend. Seenggaknya dalam lingkungan pertemanan saya. Pertama, seorang teman yang tadinya kerja di sebuah stasiun TV, mendadak dapat pencerahan dan memutuskan untuk resign. Sekarang dia gembira banget kerja di rumah dengan waktu yang fleksibel. Bisa kerja tanpa harus mengorbankan hobby nonton filmnya. Teman lain juga gitu, sekarang dalam proses resign dari kantornya karena milih untuk kerja di rumah. Dia nggak mau ngabisin waktunya untuk duduk di kursi kantor 8 jam sehari tanpa bisa melihat dunia. Bulan April besok dia sudah merencanakan perjalanan backpacking ke beberapa negara.
Beberapa teman lain di mancanegara juga begitu. Mereka memutuskan untuk kerja di rumah. Jadi lebih kreatif katanya. Salah satu dari mereka bilang bahwa nggak ada yang lebih menyenangkan daripada good breakfast sandwich yang dilanjutkan dengan jalan-jalan menikmati angin diatas jembatan sambil menyeberangi sungai. Dan hal-hal kayak gitu jelas nggak bisa dia nikmatin kalau dia harus kerja kantoran 9 to 5.
Buat saya, kerja di rumah memang banyak menyenangkannya. Bisa lebih bebas mengatur waktu. Ditengah kerja masih sempat ketemuan sama teman, makan siang, ngobrolin ini-itu yang bisa jadi ide baru untuk makin kreatif. Masih sempat juga jalan-jalan nyari inspirasi. Atau sekedar menghabiskan sore memandangi sunset di pinggir pantai bersama pacar.
November24

Kemarin nemu buku ini di used book shop daerah Seminyak. Harganya murah banget. 60% lebih murah daripada harga barunya di toko buku. Kondisinya, bagus dan terawat. Langsung beli, tanpa pikir panjang.
Padahal sebelumnya sempat browsing di beberapa used book shop didaearah Poppies sama si Gloomingdale, tapi harganya mahal-mahal.
Pasti sekarang dia iri. Hehehe…! Makanya kalau ke Bali jangan cuma 3 hari.