April30
Ini film yang sampai sekarang benar-benar bikin saya terbelalak! Sumpah gambar-gambarnya benar-benar memanjakan mata dan imajinasi! Dan amazingly, salah satu scene mereka tuh diambil di Bali!!!! Hebat yaaahhh!!! Buat yang belum nonton, selamat menikmati trailernya!
April30
Ada sebuah coffee shop kecil di daerah Senopati (Jakarta Selatan) yang kata seorang teman enak banget. Namanya: Anomali. Jadilah saya dan pacar yang emang doyan nyoba-nyobain resto dan cafe baru berburu kesana. Hasilnya…nggak seperti yang kami kira. Rupanya cafenya, yah, biasa aja. Cuma emang sih mereka nawarin free wifi, jadi ya nggak ada salahnya lah di kota besar yang pelit wifi ini, kami ber-wifi disini.
Kalau dilihat dari desain ruangannya, coffee shop ini ingin menimbulkan kesan bungker. Kayak masuk ke rumah tua gitu. Tembok-temboknya nggak ditutup plamir, jadi keliharan batu batanya. Selain itu, ada juga tembok rusak ditengah ruangan. Kursi-kursi dan meja di dalamnya berbentuk klasik dan lucu. Suasananya adem. Nggak lupa ada piano tua di pojok ruangan.
Tempat paling recomended adalah di lantai satu (coffee shop ini terdiri dari dua lantai dengan balkon aneh di lantai atas), dekat jendela. Narsis banget deh tempatnya. Karena langsung menghadap jendela besar berpemandangan keramaian Jl. Senopati.)
PS:
Kayaknya kalau mau kesini di jam-jam sibuk, harus bikin reservasi deh! Soalnya tempatnya kecil banget dan peminatnya banyak! Nggak tau kenapa?!

Suasana Anomali

Kursi dan mejanya
April30
Edan yeee….!!! Susah banget nyari K-Y di Jakarta!!! Ini hasil pencarian saya:
Apotek deket rumah:
“Pak, ada K-Y?” Saya.
Bengong…trus manggil apotekernya: “Buuu…ada K-Y?”
“Hah? Apaan tuh?!” Ibu apoteker.
Apotek yang agak jauh dari rumah:
“Mbak, ada K-Y?” Saya.
“Apa, pak?” Mbak yang jaga apotek.
“K-Y!” Saya.
“Obat China ya, pak? Nggak ada tuh, pak!”
(Saya langsung bengong…dan hampir nglapor ke menteri HAM. Karena walaupun muka saya kayak orang China, tapi nggak berarti dong saya selalu nyari obat China! Diskriminatif nih si mbak.)
Apotek gede di sebuah mall tenar:
“Ada yang bisa saya bantu, pak?” Mbak-mbak apoteknya.
“Saya nyari K-Y, mbak.” Saya.
“Apaan tuh, pak?”
“Lubricant kayak Vigel gitu deh.”
“Adanya Vigel, mau?”
“Yey…!”
Apotek gede lain di mall yang sama:
“Bisa dibantu, pak?” Mbak-mbak apotek berbaju mini.
“Iya, saya nyari K-Y.” Saya.
“Obat apa tuh, pak?”
Saya bengong sejenak, mikir K-Y itu obat apaan ya?
“Itu bukan obat, mbak. K-Y tuh lubricant kayak Vigel.”
“Ow…”
Saya bengong lagi, koq tanggapannya cuma ‘ow’ doang sih?
Apotek di daerah elit Jakarta:
“Pak, ada K-Y?” Saya.
“Ow…obat flu ya, pak?” Bapak-bapak penjaga apotek.
“Huh!!!” Saya langsung buang body!
Gila yeeee….Jakarta niiihhh….!!!! Susah banget nyari K-Y!!!!
April30
Setelah sekian banyak teman kuliah yang nikahan dan tidak saya datangi acaranya, akhirnya saya menyempatkan datang ke acara kawinan Anggie. Semua semata karena saya kangen sama teman-teman kuliah yang pastinya kalau ngumpul jadi seru dan heboh.
Dan benar aja! Walaupun yang datang cuma segelintir keluarga kecil Kessos 98 (Kemal, Lea, Itha, Yudho, Fedry, Ary, Puti, dan Didit) tapi benar-benar bisa mengobati rindu saya. Bahkan karena ngrasa masih kurang, malamnya sebagian dari kami mengadakan ‘after party’ di Citos.
I love you, guys…!!!!

Danang-Kemal-Itha-Lea-Auly

Lea – Danang

Danang – Puti