narcistbandit

I'm from no generation, I'm part of no group, I'm totally floating and this is the whole story, and why I can survive
Browsing Religion and Spiritual

Chanukkah

December5

Tidak terasa Chanukkah tinggal satu minggu lagi. Artinya bonus tahunan saya akan segera masuk rekening dan saya bisa menabungnya untuk kebutuhan masa depan. Ah, tapi bukan itu yang hendak saya bagikan dalam tulisan ini. Selalu saja setiap tahun saya hendak berbagi tentang esensi Chanukkah itu sendiri. Memang sebenarnya Chanukkah bukanlah sebuah perayaan terpenting dalam agama Yahudi, namun pada kenyataannya Chanukkah adalah perayaan agama Yahudi yang paling dikenal oleh orang-orang diluar agama Yahudi. Mungkin karena letaknya yang selalu berdekatan dengan perayaan besar agama lain di bulan Desember.

Lalu, apa yang kami rayakan dalam Chanukkah? Apa saja yang dilakukan dalam perayaan itu? Di bawah ini adalah adalah tulisan yang pernah saya publish beberapa tahun lalu. Tampaknya masih up to date dan berguna bagi siapapun yang ingin secara sekilas tahu tentang apa itu Chanukkah.

Jadi, selamat menambah pengetahuan dan…

Mazel Tov!!!

Light on the Darkest Night

In Jewish calendar, Chanukkah’s eight-day celebration begins the evening of the 25th of Kislev (which falls sometime during December). The months of the Jewish calendar are based on the cycles of the moon, so the 25th is always four days before the new moon, the darkest night of the month.

More importantly, because Kislev is always close to the winter soltice, Chanukkah takes you into, through, and out of the darkest night of the year. (The soltice is technically the longest night of the year, but it may fall on the full moon, which would make it far from dark.) On the darkest night of the year, wouldn’t you want to light a few candles?

But please remember: Please do everyone a favor and don’t call Chanukkah ‘the Jewish Christmas.” Jews have nothing againts Christmas, but Chanukkah is completely different.

The Good Fight: What Chanukkah Celebrates

Chanukkah celebrates two things: a miracle in which one day’s worth of oil burned for eight days, and the victory of Jewish freedom fighters over the Syrian-Greek forces that tried to wipe out Judaism in the second century B.C.E. In this way, Chanukkah marks the very first battle fought neither for territory, nor for conquest of another people, but in order to achieve religious freedom.

The consequence of that ancient military victory was the right of Jews to worship as community. Because of the many times that this right has been threatened over the centuries since the Maccabees, their victory and the rededication to Jewish worship that followed have become paradigms for Jewish renewal across time. In fact, the word Chanukkah means “dedication’.

In larger sense, then, Chanukkah celebrates a reaffirmation of freedom and a recommitment to spiritual quest.

The Ritual

There’s only one essential ritual to perform at Chanukkah: the lighting of the candles, which are held in chanukkiah. But families have developed many other traditions that are also meaningful like making yummy fried food called Latkes, spinning the dreidel (a four-sided spinning top with Hebrew letters nun, gimel, hay, and shin printed on each side), and also share gifts.

Kippah

October14

Hari Sabtu kemarin kugembira. Karena pak pos membawa berita dari yang kudamba. Bukan berita sih sebenarnya, tapi sebuah paket. Paket spesial dari Israel!

Ya, hampir satu bulan lalu saya memesan sebuah kippah hand made dari Israel dan setelah ditunggu-tunggu dengan cemas (takut barang dari Israel nggak bisa masuk ke Indonesia) akhirnya datang juga. Dan bukan hanya itu, didalam paket kecil yang saya terima juga diselipkan sebuah kippah lagi sebagai bonus plus sebuah CD musik bertajuk ‘Israel in Song’ sebagai hadiah. Aaahh…senangnya!!!

Seperti telah diatur waktunya oleh yang Maha Mengatur Waktu, kippah itu datang tepat dihari Shabbat dan Simchat Torah dihari berikutnya. Semuanya jadi pas dan mengharukan.

Buat yang belum tau apa itu kippah, ini dia fotonya! Itu tuh yang menempel di kepala saya. (Pasti abis ngliat langsung manggut-manggut sambil bergumam ‘oohh…itu toh…!!!’)

Kasihan T-h-n

January11

Saya sering kasihan sama T-h-n. Setiap ada apa-apa, selalu disalahkan. Mulai dari hal kecil. Ketika ada orang berusaha dan akhirnya tidak mencapai tujuan, maka T-h-n lah disalahkan. “ya T-h-n, kenapa engkau begini? kenapa engkau begitu? bukankah hamba sudah bla bla bla…”

Atau hal lain, ketika ada seseorang yang dijahati orang lain (seperti istri yang dijahati suaminya dalam shitnetron-shitnetron), maka T-h-n juga lah yang menjadi tersangka utama. Langsung digambarkan orang yang tertindas itu bersujud dan lain-lain seolah T-h-n lah yang menyebabkan semua masalah dalam hidupnya.

Yang paling mutakhir, T-h-n juga sering dijadikan alasan untuk melakukan tindakan sadis. Menikahi anak dibawah umur misalnya. T-h-n disini dijadikan perisai untuk menutupi hasrat seksual yang menyimpang. Dijadikan penutup kemaluan.

Atau untuk melakukan pemusnahan atas manusia lain. Ini klasik. Dari dulu ya begini ini. Diawali dengan tuduhan bahwa T-h-n senang berkata-kata. Lalu kata-kata itu diinterpretasikan dan muncullah tuduhan berikutnya bahwa T-h-n menganjurkan pemusnahan atas manusia lain. Pemusnahan itu baik berupa hukuman, maupun pencarian pengakuan.

Kasihan T-h-n. Ia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, seringkali dimanfaatkan untuk kepentingan manusia yang rakus dan tamak.

Tikkun Olam

September7
Beberapa hari ini, saya memakai kata ‘tikkun olam’ sebagai status di Yahoo Messenger, dan hasilnya banyak teman yang bertanya apa arti kata ‘tikkun olam’.
Sebenarnya kata ‘tikkun olam’ belakangan ini sering muncul di film-film. Bee Season contohnya. Dalam film itu, Richard Gere yang berperan sebagai seorang profesor dalam bidang filsafat sempat menerangkan arti dan esensi dari kata ‘tikkun olam’.
Tikkun olam secara bebas dapat diterjemahkan sebagai ‘memperbaiki dunia’ (repairing the world) atau ‘menyempurnakan dunia’ (perfecting the world). Kata atau esensi ‘tikkun olam’ muncul dalam berbagai aspek kehidupan dalam agama Yahudi. Bahkan dalam doa harian (aleinu), sebuah doa yang diucapkan sebagai rasa syukur pada T-h-n bahwa kami penganut agama Yahudi diperbolehkan untuk mengabdi pada T-h-n dan berharap bahwa suatu hari seluruh manusia akan mengenal T-h-n dan meninggalkan pemujaan terhadap yang bukan T-h-n, kata ‘tikkun olam’ muncul sebagai sebuah kalimat: “menyempurnakan dunia dengan kuasa T-h-n”.
Lalu, kemarin ada teman yang tiba-tiba bertanya: “Jadi loe punya rencana besar untuk memperbaiki dunia?”
Saya hanya menjawab: “Dalam kepercayaan gue, semua perbuatan baik itu bisa dimaknai sebagai ‘tikkun olam’. Jadi nggak perlu rencana besar dan njelimet untuk memperbaiki dunia, cukup memulai dari diri sendiri untuk selalu melakukan perbuatan baik atau setidaknya melakukan hal-hal yang tidak merugikan orang lain.”
Dan diskusi pun berlanjut ke masalah-masalah lain dan ketertarikannya dia terhadap apa yang sedang banyak saya pelajari.