narcistbandit

I'm from no generation, I'm part of no group, I'm totally floating and this is the whole story, and why I can survive
Browsing Books

Buku ini

August8

Sebenarnya saya sudah ingin membeli buku ini berbulan-bulan lalu. Tapi seperti biasa dengan (sok) penuh perhitungan saya selalu menunda-nunda hingga akhirnya jadi terlihat seperti ikut-ikutan tren saat akhirnya saya membelinya. (buku ini sedang difilmkan dan akan segera beredar).

Tapi percayalah bahwa saya tidak membelinya karena ikut-ikutan tren. Saya memutuskan untuk membelinya karena di hari terakhir kunjungan bos saya, Carla, tiba-tiba bertanya apakah saya sudah membaca buku itu. Dia bilang bahwa buku itu sama sekali bukan jenis buku yang biasanya dia (dan saya, karena kami suka membaca buku dengan jenis yang sama) baca, tapi ketika membacanya, dia tidak menyangka bisa tenggelam dan larut di dalamnya hingga tidak bisa berhenti untuk terus dan terus membaca.

Mendengar itu saya langsung kalap. Tidak tanggung-tanggung, di tengah pekerjaan yang sedang berkejaran, saya menghentikan mobil di depan sebuah toko buku, pamit sebentar, masuk ke dalamnya, beli, dan langsung kembali ke mobil.

Dan benarlah apa kata Carla. Buku ini memang bukan jenis cerita fiksi yang biasa saya baca. Namun karena bagusnya maka saya benar-benar larut di dalamnya. Selalu ada rasa penasaran untuk tahu apa yang akan terjadi di halaman berikutnya.

Sekedar pemberitahuan, jenis cerita fiksi yang biasa saya baca adalah jenis-jenis fiksi karangan Marian Keyes. Sangat ringan dan sampah (kata suami bos saya). Sedangkan buku “The Girl With The Dragon Tattoo” banyak bercerita seputar intrik-intrik bisnis dan politik. Bedanya seperti bumi dan langit. Walau begitu, saya bisa tenggelam di dalamnya. Kurang bagus apa lagi coba?!

posted under Books | 2 Comments »

Perahu Kertas

September14

BREAKING NEWS: Ditengah usaha mengingat-ingat rangkaian perjalanan enam hari dengan otak yang mulai karatan dimakan usia ini, saya menemukan sebuah buku bercover unik karya Dee alias Dewi Lestari. Judulnya “Perahu Kertas”. Dan karena itulah saya harus memotong jurnal perjalanan enam hari kemarin untuk menyisipkan sebuah review.

Buku berjudul Perahu Kertas bercerita tentang dua tokoh sentral bernama Kugy dan Keenan. Dari namanya saja sudah unik dan memang digambarkan bahwa karakter masing-masing tokoh itu unik, aneh, dan luar biasa. Kugy dengan kegemarannya berkhayal lengkap dengan kecuekan dan keberantakan penampilannya dan Keenan dengan bakat melukis serta ketampanan dan kekeraskepalaannya.

Kedua karakter ini kemudian dipertemukan dalam aneka kebetulan dan kemudian ceritapun berlanjut dengan bagaimana mereka saling mengagumi dan akhirnya jatuh cinta satu sama lain. Kisah cinta inilah yang kemudian diaduk-aduk dibumbui dan akhirnya jadi panjang sebuku (440 halaman).

Bagi saya, seperti yang dikatakan oleh penulisnya sendiri, buku ini membuat efek kaget karena tidak menyangka akan berisi kisah percintaan a la ABG. Dari halaman ke halaman saya berharap akan mendapatkan cerita yang lebih dewasa, tapi rupanya saya harus kecewa karena hingga diakhir buku, saya tidak menemukannya. Memang di beberapa bagian ada nilai-nilai dewasa, tapi tetap saja secara keseluruhan buku ini cenderung ke-ABG-ABG-an.

Yang menarik dari buku ini adalah formatnya yang seperti cerita bersambung (cerbung). Karakter tokoh-tokoh dalam novel ini dibangun secara perlahan dan detail, begitu juga dengan jalan ceritanya. Ini membuat pembaca menjadi penasaran dan ingin cepat-cepat membuka dan membaca halaman demi halaman. Namun sayang, di beberapa bagian, format ini terasa amat dipaksakan hingga terasa begitu membuang-buang waktu. Ceritanya yang mudah ketebakpun ikut memperparah rasa itu.

Namun walau bagaimana, buku ini berhasil membuat saya meneteskan airmata karena merasa seperti berada dalam beberapa peristiwa yang diceritakan didalamnya. Beberapa karakter tokoh dan bagaimana mereka menjalani konflik-konflik yang terciptapun ikut membawa emosi saya naik-turun. Ini bukti bahwa Dee sesekali berhasil mencemplungkan saya kedalam larutan emosi tulisannya.

Jadi, secara keseluruhan buku ini saya nilai sebagai LAYAK PINJAM.

Satu lagi

February20

bukunya Marian Keyes yang selesai saya baca!!! Sekarang langsung lanjut ke bukunya yang lain:

posted under Books | No Comments »

Tersihir

February15

Buku ini sebenarnya sudah ada ditumpukan buku-buku yang harus saya baca, tapi baru beberapa hari ini akhirnya saya tersihir dan tidak bisa lepas darinya. Lumayan gendut dan besar. Hampir 700 halaman dengan ukuran 15cm x 23cm x 6cm. Agak susah dibawa kemana-mana, tapi karena sihir didalamnya, saya jadi rela membuat tas menjadi berat karenanya.

Seorang teman sampai berkomentar: “Ya olo bok, buku setebel gini koq isinya tulisan semua ya?? Mana gambar-gambarnya??”

Kayaknya, buku-bukunya Marian Keyes selalu punya efek sihir deh buat saya…

« Older Entries